0 Kisah Kejujuran Dua Bocah Penjual Tissue di Pinggir Jalan
Label:
story
Kejujuran sebuah kata yang sangat sederhana tapi sekarang menjadi barang langka dan sangat mahal harganya. Memang ketika kita merasa senang dan segalanya berjalan lancar, mengamalkan kejujuran secara konsisten tidaklah sulit, tetapi pada saat sebuah nilai kejujuran yang kita pegang berbenturan dengan perasaan, kita mulai tergoncang apakah tetap memegangnya, atau kita biarkan tergilas oleh keadaan. Sebuah kisah kejujuran yang sangat menyentuh hati, dua orang anak kecil menjajakan tisu di pinggir jalan. Membuat kita mesti belajar banyak tentang arti sebuah kejujuran.

Siang ini, tanpa sengaja, saya bertemu dua manusia super. Mereka makhluk-makhluk kecil, kurus, kumal berbasuh keringat. Tepatnya di atas jembatan penyeberangan Setia Budi, dua sosok kecil berumur kira-kira delapan tahun menjajakan tissue dengan wadah kantong plastik hitam. Saat menyeberang untuk makan siang mereka menawari saya tissue di ujung jembatan, dengan keangkuhan khas penduduk Jakarta saya hanya mengangkat tangan lebar-lebar tanpa tersenyum yang dibalas dengan sopannya oleh mereka dengan ucapan, “Terima kasih Oom!” Saya masih tak menyadari kemuliaan mereka dan cuma mulai membuka sedikit senyum seraya mengangguk ke arah mereka.
Kaki-kaki kecil mereka menjelajah lajur lain di atas jembatan, menyapa seorang laki laki lain dengan tetap berpolah seorang anak kecil yang penuh keceriaan, laki-laki itu pun menolak dengan gaya yang sama dengan saya, lagi-lagi sayup-sayup saya mendengar ucapan terima kasih dari mulut kecil mereka. Kantong hitam tempat stok tissue dagangan mereka tetap teronggok di sudut jembatan tertabrak derai angin Jakarta. Saya melewatinya dengan lirikan kearah dalam kantong itu, dua pertiga terisi tissue putih berbalut plastik transparan.
Setengah jam kemudian saya melewati tempat yang sama dan mendapati mereka tengah mendapatkan pembeli seorang wanita, senyum di wajah mereka terlihat berkembang seolah memecah mendung yang sedang menggayuti langit Jakarta.
“Terima kasih ya mbak … semuanya dua ribu lima ratus rupiah!” tukas mereka, tak lama si wanita merogoh tasnya dan mengeluarkan uang sejumlah sepuluh ribu rupiah.
“Maaf, nggak ada kembaliannya … ada uang pas nggak mbak?” mereka menyodorkan kembali uang tersebut. Si wanita menggeleng, lalu dengan sigapnya anak yang bertubuh lebih kecil menghampiri saya yang tengah mengamati mereka bertiga pada jarak empat meter.
“Oom boleh tukar uang nggak, receh sepuluh ribuan?” suaranya mengingatkan kepada anak lelaki saya yang seusia mereka. Sedikit terhenyak saya merogoh saku celana dan hanya menemukan uang sisa kembalian food court sebesar empat ribu rupiah. “Nggak punya!”, tukas saya. Lalu tak lama si wanita berkata “Ambil saja kembaliannya, dik!” sambil berbalik badan dan meneruskan langkahnya ke arah ujung sebelah timur.
Anak ini terkesiap, ia menyambar uang empat ribuan saya dan menukarnya dengan uang sepuluh ribuan tersebut dan meletakkannya kegenggaman saya yang masih tetap berhenti, lalu ia mengejar wanita tersebut untuk memberikan uang empat ribu rupiah tadi. Si wanita kaget, setengah berteriak ia bilang “Sudah buat kamu saja, nggak apa..apa ambil saja!”, namun mereka berkeras mengembalikan uang tersebut. “Maaf mbak, cuma ada empat ribu, nanti kalau lewat sini lagi saya kembalikan !”
Akhirnya uang itu diterima si wanita karena si kecil pergi meninggalkannya. Tinggallah episode saya dan mereka. Uang sepuluh ribu digenggaman saya tentu bukan sepenuhnya milik saya. Mereka menghampiri saya dan berujar “Om, bisa tunggu ya, saya ke bawah dulu untuk tukar uang ke tukang ojek!”
“Eeh … nggak usah … nggak usah … biar aja … nih!” saya kasih uang itu ke si kecil, ia menerimanya, tapi terus berlari ke bawah jembatan menuruni tangga yang cukup curam menuju ke kumpulan tukang ojek. Saya hendak meneruskan langkah tapi dihentikan oleh anak yang satunya, “Nanti dulu Om, biar ditukar dulu … sebentar.”
“Nggak apa apa, itu buat kalian” lanjut saya. “Jangan … jangan oom, itu uang oom sama mbak yang tadi juga” anak itu bersikeras. “Sudah … saya ikhlas, mbak tadi juga pasti ikhlas !”, saya berusaha membiarkan, namun ia menghalangi saya sejenak dan berlari ke ujung jembatan berteriak memanggil temannya untuk segera cepat.
Secepat kilat juga ia meraih kantong plastik hitamnya dan berlari ke arah saya. “Ini deh om, kalau kelamaan, maaf ..”. Ia memberi saya delapan pack tissue. “Buat apa?”, saya terbengong “Habis teman saya lama sih oom, maaf, tukar pakai tissue aja dulu”. Walau dikembalikan ia tetap menolak.
Saya tatap wajahnya, perasaan bersalah muncul pada rona mukanya. Saya kalah set, ia tetap kukuh menutup rapat tas plastik hitam tissuenya. Beberapa saat saya mematung di sana, sampai si kecil telah kembali dengan genggaman uang receh sepuluh ribu, dan mengambil tissue dari tangan saya serta memberikan uang empat ribu rupiah. “Terima kasih Om!”..mereka kembali ke ujung jembatan sambil sayup sayup terdengar percakapan, “Duit mbak tadi gimana ..?” suara kecil yang lain menyahut, “Lu hafal kan orangnya, kali aja ketemu lagi ntar kita kasihin …….”.
Percakapan itu sayup sayup menghilang, saya terhenyak dan kembali ke kantor dengan seribu perasaan. Tuhan, hari ini saya belajar dari dua manusia super, kekuatan kepribadian mereka menaklukan Jakarta membuat saya trenyuh, mereka berbalut baju lusuh tapi hati dan kemuliaannya sehalus sutra, mereka tahu hak mereka dan hak orang lain, mereka berusaha tak meminta minta dengan berdagang tissue.
Dua anak kecil yang bahkan belum balig, memiliki kemuliaan di umur mereka yang begitu belia. Kejujuran adalah mata uang yang berlaku dimana-mana. Apa yang bukan milik kita, pantang untuk kita ambil.
Read more

Siang ini, tanpa sengaja, saya bertemu dua manusia super. Mereka makhluk-makhluk kecil, kurus, kumal berbasuh keringat. Tepatnya di atas jembatan penyeberangan Setia Budi, dua sosok kecil berumur kira-kira delapan tahun menjajakan tissue dengan wadah kantong plastik hitam. Saat menyeberang untuk makan siang mereka menawari saya tissue di ujung jembatan, dengan keangkuhan khas penduduk Jakarta saya hanya mengangkat tangan lebar-lebar tanpa tersenyum yang dibalas dengan sopannya oleh mereka dengan ucapan, “Terima kasih Oom!” Saya masih tak menyadari kemuliaan mereka dan cuma mulai membuka sedikit senyum seraya mengangguk ke arah mereka.
Kaki-kaki kecil mereka menjelajah lajur lain di atas jembatan, menyapa seorang laki laki lain dengan tetap berpolah seorang anak kecil yang penuh keceriaan, laki-laki itu pun menolak dengan gaya yang sama dengan saya, lagi-lagi sayup-sayup saya mendengar ucapan terima kasih dari mulut kecil mereka. Kantong hitam tempat stok tissue dagangan mereka tetap teronggok di sudut jembatan tertabrak derai angin Jakarta. Saya melewatinya dengan lirikan kearah dalam kantong itu, dua pertiga terisi tissue putih berbalut plastik transparan.
Setengah jam kemudian saya melewati tempat yang sama dan mendapati mereka tengah mendapatkan pembeli seorang wanita, senyum di wajah mereka terlihat berkembang seolah memecah mendung yang sedang menggayuti langit Jakarta.
“Terima kasih ya mbak … semuanya dua ribu lima ratus rupiah!” tukas mereka, tak lama si wanita merogoh tasnya dan mengeluarkan uang sejumlah sepuluh ribu rupiah.
“Maaf, nggak ada kembaliannya … ada uang pas nggak mbak?” mereka menyodorkan kembali uang tersebut. Si wanita menggeleng, lalu dengan sigapnya anak yang bertubuh lebih kecil menghampiri saya yang tengah mengamati mereka bertiga pada jarak empat meter.
“Oom boleh tukar uang nggak, receh sepuluh ribuan?” suaranya mengingatkan kepada anak lelaki saya yang seusia mereka. Sedikit terhenyak saya merogoh saku celana dan hanya menemukan uang sisa kembalian food court sebesar empat ribu rupiah. “Nggak punya!”, tukas saya. Lalu tak lama si wanita berkata “Ambil saja kembaliannya, dik!” sambil berbalik badan dan meneruskan langkahnya ke arah ujung sebelah timur.
Anak ini terkesiap, ia menyambar uang empat ribuan saya dan menukarnya dengan uang sepuluh ribuan tersebut dan meletakkannya kegenggaman saya yang masih tetap berhenti, lalu ia mengejar wanita tersebut untuk memberikan uang empat ribu rupiah tadi. Si wanita kaget, setengah berteriak ia bilang “Sudah buat kamu saja, nggak apa..apa ambil saja!”, namun mereka berkeras mengembalikan uang tersebut. “Maaf mbak, cuma ada empat ribu, nanti kalau lewat sini lagi saya kembalikan !”
Akhirnya uang itu diterima si wanita karena si kecil pergi meninggalkannya. Tinggallah episode saya dan mereka. Uang sepuluh ribu digenggaman saya tentu bukan sepenuhnya milik saya. Mereka menghampiri saya dan berujar “Om, bisa tunggu ya, saya ke bawah dulu untuk tukar uang ke tukang ojek!”
“Eeh … nggak usah … nggak usah … biar aja … nih!” saya kasih uang itu ke si kecil, ia menerimanya, tapi terus berlari ke bawah jembatan menuruni tangga yang cukup curam menuju ke kumpulan tukang ojek. Saya hendak meneruskan langkah tapi dihentikan oleh anak yang satunya, “Nanti dulu Om, biar ditukar dulu … sebentar.”
“Nggak apa apa, itu buat kalian” lanjut saya. “Jangan … jangan oom, itu uang oom sama mbak yang tadi juga” anak itu bersikeras. “Sudah … saya ikhlas, mbak tadi juga pasti ikhlas !”, saya berusaha membiarkan, namun ia menghalangi saya sejenak dan berlari ke ujung jembatan berteriak memanggil temannya untuk segera cepat.
Secepat kilat juga ia meraih kantong plastik hitamnya dan berlari ke arah saya. “Ini deh om, kalau kelamaan, maaf ..”. Ia memberi saya delapan pack tissue. “Buat apa?”, saya terbengong “Habis teman saya lama sih oom, maaf, tukar pakai tissue aja dulu”. Walau dikembalikan ia tetap menolak.
Saya tatap wajahnya, perasaan bersalah muncul pada rona mukanya. Saya kalah set, ia tetap kukuh menutup rapat tas plastik hitam tissuenya. Beberapa saat saya mematung di sana, sampai si kecil telah kembali dengan genggaman uang receh sepuluh ribu, dan mengambil tissue dari tangan saya serta memberikan uang empat ribu rupiah. “Terima kasih Om!”..mereka kembali ke ujung jembatan sambil sayup sayup terdengar percakapan, “Duit mbak tadi gimana ..?” suara kecil yang lain menyahut, “Lu hafal kan orangnya, kali aja ketemu lagi ntar kita kasihin …….”.
Percakapan itu sayup sayup menghilang, saya terhenyak dan kembali ke kantor dengan seribu perasaan. Tuhan, hari ini saya belajar dari dua manusia super, kekuatan kepribadian mereka menaklukan Jakarta membuat saya trenyuh, mereka berbalut baju lusuh tapi hati dan kemuliaannya sehalus sutra, mereka tahu hak mereka dan hak orang lain, mereka berusaha tak meminta minta dengan berdagang tissue.
Dua anak kecil yang bahkan belum balig, memiliki kemuliaan di umur mereka yang begitu belia. Kejujuran adalah mata uang yang berlaku dimana-mana. Apa yang bukan milik kita, pantang untuk kita ambil.
0 Ratapan Hati
Label:
story
ketika keraguan dalam hatiku timbul ,,,
aku merasa hidup tidak lah begitu menyenangkan,,,,,
tetapi ketika kebahagian yang menyeliputi hatiku aku merasa dunia begitu menyenangkan dan begitu sempurna di mataku,,,,
namun sekarang semua berbeda ketika seseorang yang dulu aku harapkan bisa menemani hidupku pergi entah kemana ,,,,
tanpa pemberitahuan, tanpa pesan,,,
aku berusaha tidak berfikir yang buruk tentang kepergianya,,,
namun semua itu ternyata salah,,,
ternyata dia sudah pergi bersama seseorang yang dia cintai,,,,
sakit memang yang aku rasakan ,,,,,
tapi tidak mungkin aku tiap saat harus meratapi sakit hati dan kkecewaan ini...
aku akan biarkan dirimu pergi bersamanya jika itu yang terbaik buat dirimu,,,
aku IKLAS,,,,aku pasrh....
Oleh: Ayuk Shanti
0 Riau di Akhir cERITA
Label:
story
astungkara, 3 th kulalui di negeri orang. ...byk cerita terangkai indah menjadi satu bagian crita eposide bersambung yg blm q temukan akhr ceritanya...
Love this place,,sangadd mencintai t4 ini dmn aq s'makin blajar dewasa untk memaknai suatu keadaan di luar pkiran'q sbelum'a...
Menemukan sosok kluarga bru yg sarad cerita sederhana dan bahagia...
Menemukan t4 baru tak trlupakan sampai kpan'pun.....(pura jagadnatha-riau, jlan lintas sumatera-medan, pura bgan batu, UT, dll..)..thanks mmberikan aq t4 untk melalui khdupan...
Menemukan DIA yg tiba2 dtang memasuki celah khdupanQ, ..mungkin kebetulan tpi s'mua cerita berawal dr kta tak sengaja dan s'mua kebetulan.
Menemukan ARwah kehidupanq lg di t4 ini, penuH dg PeTuaLANGAN....dan aq menikmati setiap jengkal hal2 yg t'lah q lalui....
Thanks bt Ida Sang Hyang Widi Wasa yg s'lalu mendengarkan curhat hambamu...
Thanks bt ibuw yg s'lalu mendukung ankmu ini...dan s'mua org yg t'lah memberikan senyum bhagia di t4 ini (bbt-rohil-bgan-dumai-kota pekanbaru,dll)...
Tunai sudah tgsq di tempat ini. Slamat menikmati t4 baru 'nan....
Teruntuk DIA, bnyak hal trnyata yg q pelajari dr so2k org unik spt'mu...iya, tnpa sngaja kmu mengajarkanq hdup brkorban dmi org lain, ksederhanaan, dll...bahagia mengenalmu...Jaga dia untukq, Tuhan...
220811 -Riau di akhr crita>>s'moga brkesempatan u/ mengunjungi t4 ini kmbali....love u all...
Read more
Love this place,,sangadd mencintai t4 ini dmn aq s'makin blajar dewasa untk memaknai suatu keadaan di luar pkiran'q sbelum'a...
Menemukan sosok kluarga bru yg sarad cerita sederhana dan bahagia...
Menemukan t4 baru tak trlupakan sampai kpan'pun.....(pura jagadnatha-riau, jlan lintas sumatera-medan, pura bgan batu, UT, dll..)..thanks mmberikan aq t4 untk melalui khdupan...
Menemukan DIA yg tiba2 dtang memasuki celah khdupanQ, ..mungkin kebetulan tpi s'mua cerita berawal dr kta tak sengaja dan s'mua kebetulan.
Menemukan ARwah kehidupanq lg di t4 ini, penuH dg PeTuaLANGAN....dan aq menikmati setiap jengkal hal2 yg t'lah q lalui....
Thanks bt Ida Sang Hyang Widi Wasa yg s'lalu mendengarkan curhat hambamu...
Thanks bt ibuw yg s'lalu mendukung ankmu ini...dan s'mua org yg t'lah memberikan senyum bhagia di t4 ini (bbt-rohil-bgan-dumai-kota pekanbaru,dll)...
Tunai sudah tgsq di tempat ini. Slamat menikmati t4 baru 'nan....
Teruntuk DIA, bnyak hal trnyata yg q pelajari dr so2k org unik spt'mu...iya, tnpa sngaja kmu mengajarkanq hdup brkorban dmi org lain, ksederhanaan, dll...bahagia mengenalmu...Jaga dia untukq, Tuhan...
220811 -Riau di akhr crita>>s'moga brkesempatan u/ mengunjungi t4 ini kmbali....love u all...
0 Ungkapan dan Harapan
Label:
story
Tuk kesekian kalinya ,,,
lagi dan lagi ,,
aku selalu saja tak bisa trima dengan apa yg akan ku lalui esok ,,
ketika harapan ku tak kan sama dengan kenyataannya ...
Kenyataan dimana kau tak bisa berada disisiku,,saat aku menginginkan dan membutuhkanmu !!!
Ku tau ini bukanlah mau mu,,
ku tau kau pun tak inginkan ini,,
tapi sungguh ku tak mmpu menyembunyikan rasa perih dan kecewa ini,,
rasa dmna ketika ku Lelah dan sangat inginkan belaianmu ,, ku dapati dirimu tak Mungkin melakukannya BAHKAN tuk melihatmu berdiri di hadapanku pun,,Ku tetap tak kan mampu!!
Semoga,,kelak di suatu hari,,
ketika sang Mentari beranjak dari tidurnya dan diiringi Nyanyian Burung" yg merdu ...
Aku ...
mendapati Sebuah 'Hadiah' ,, atas semua ini ,,,
Hadiah terindah,,hadiah Kesabaran,,hadiah usaha n doa,,hadiah dari Pengorbanan ..
Yaitu KESUKSESAN !!!!
oleh: Gek Yu Ita
Read more
lagi dan lagi ,,
aku selalu saja tak bisa trima dengan apa yg akan ku lalui esok ,,
ketika harapan ku tak kan sama dengan kenyataannya ...
Kenyataan dimana kau tak bisa berada disisiku,,saat aku menginginkan dan membutuhkanmu !!!
Ku tau ini bukanlah mau mu,,
ku tau kau pun tak inginkan ini,,
tapi sungguh ku tak mmpu menyembunyikan rasa perih dan kecewa ini,,
rasa dmna ketika ku Lelah dan sangat inginkan belaianmu ,, ku dapati dirimu tak Mungkin melakukannya BAHKAN tuk melihatmu berdiri di hadapanku pun,,Ku tetap tak kan mampu!!
Semoga,,kelak di suatu hari,,
ketika sang Mentari beranjak dari tidurnya dan diiringi Nyanyian Burung" yg merdu ...
Aku ...
mendapati Sebuah 'Hadiah' ,, atas semua ini ,,,
Hadiah terindah,,hadiah Kesabaran,,hadiah usaha n doa,,hadiah dari Pengorbanan ..
Yaitu KESUKSESAN !!!!
oleh: Gek Yu Ita
0 mungkin ini sedikit masukan HTS ( all about love )
Label:
tips
Galau
-Keterpurukan dalam kegalauan adalah keputusan. Kamu BUTUH untuk mengenang karena kamu KEHILANGAN.
-cara terbaik balas dendam sama mantan? MOVE ON & LIVE A HAPPY LIFE!
-Bersikap galau dan berlaku negatif terhadap teman2 yg ngedukung kamu nggak akan bikin dia balikan sama kamu.
-org galau bkn karena ga bisa move on,tapi ga mau..kalo mau pasti bisa..aq ud coba dan udah terbukti bisa koq.. :)
P u T u s
-Pacar jangan diinterogasi, karena kamu bukan polisi. Kalo nanti dia lari, kamu bisa stress sendiri.
-Cinta gak perlu pake berjuang, karena cinta bukan perang kemerdekaan.
-Setelah putus, cuma ada dua opsi: galau atau move on. Mau berapa lama utk sadar bahwa move on adalah pilihan yg terbaik?
-Apapun alasan putusnya, tangkap inti pesannya: Aku tak mau lagi pacaran denganmu!
-Rasa SAYANG bukan alasan yang tepat untuk terus tinggal dalam hubungan yang destruktif dan sakit hati.
0 pelajaran cintaku
Label:
story
Tuhan
Hari itu, aku belajar tentang ‘Mencintai’, ternyata mencintai merupakan pelajaran yang mudah.
Esoknya, aku belajar tentang ‘Setia’ , susaaaah sekali untuk memahaminya.
Selalu saja ada pertanyaan ‘Mengapa?’ terlintas di benakku.
Seminggu kemudian aku belajar ‘Saling Memahami’ ,
Memahami, bila saat sesuatu yang kita cintai, tidak sepaham dengan kita.
Pelajaran ini sempat membuatku merasakan ketidak adilan.
Sebulan kemudian, aku belajar ‘Selalu Tersenyum’
Selalu tersenyum, bahkan saat menyadari orang yang kita sayangi justru memiliki peluang terbesar untuk menyakiti kita.
Tapi Tuhan,
Aku hanyalah manusia biasa
Aku akhirnya bisa membenci karena mencintai,
Aku akhirnya bisa menduakan karena setia,
Aku akhirnya bisa menyakiti karena memahami,
Aku akhirnya bisa menangis karena selalu tersenyum.
Setelah melewati itu semua.
Aku baru mempelajari sesuatu yang lebih penting.
Sesuatu yang lebih sulit dari ‘Mencintai’ , ‘Setia ’ , ‘Memahami’ , dan ‘
Tersenyum’
Sesuatau itu tak kan pernah bisa dipraktekkan bila diajar, karena sesuatu itu datang dari kesadaran.
Sesuatu itu memiliki nama yang sangat singkat
Yaitu ‘RELA’
Rela saat aku tak bias mencintainya karena ia punya cinta yang lain,
Rela saat aku diduakan karena ia juga tak ingin melepaskan cintanya yang lain,
Rela saat aku mencoba memahami perasaannya yang tak kusukai tadi,
Jjuga Rela saat aku mencoba tersenyum melihatnya tersenyum bersama cinta yang lain.
Tuhan, tahukah kau ?
Rela sangatlah susah aku kuasai, selalu hampir saja aku memasuki jurang keputusasaan
Lalu Tuhan,
Kau tahu, apa yang akan terjadi padaku setelah cinta yang gagal tu ?
hari itu aku belajar lagi tentang ‘Mencintai’
Ternyata itu sangat mudah :)
0 I LOVE THE STRANGER IN ROOM SEVEN
Label:
story
Cinta datang tiba-tiba,,,, ia merasuki hatimu begitu saja tanpa kau ketahui kapan cinta itu dimulai dan……..ia pun pergi tanpa satu pesanpun yang kan membuatmu mencari seumur hidupmu….
Awal September
Seorang gadis terlihat sedang duduk di taman, ia membawa sebuah foto dan sebuah catatan kecil ditangannya, ia menangis…sepertinya sedang kehilangan sesuatu… kemudian seorang pria menghampiri dan mencoba mengajaknya bicara, tapi gadis itu tetap saja menangis…kepalanya tertunduk seakan tidak menghiraukan pria yang ada disampingnya.. dan iapun memulai bercerita…
Subuh….
Jam menunjukkan pukul 5 dini hari, Bintang yang sedang asyik-asyiknya bermimpi harus terbangun oleh suara gaduh dari sebelah kamarnya, seperti orang pindahan… akkhh ga mungkin” mana ada orang pindahan subuh-subuh begini.
“ berrisssikk “ keluhnya dalam hati…tapi kemudian Bintang berfikir bahwa Cuma maling yang berkeliaran jam segini…
“aku harus tangkap tu maling,,,tapi kalo malingnya banyak gmana ya?”
”aah aaa aku sms temen-temen satu kos aja...”
Tin tit tin tit... suara sms dari seluruh nomor kamar kosan Anggrek tersebut terdengar bak suara alarm yang langsung membangunkan seluruh penghuni kosan.
“ ada maling di kos kita, lo smua bangun! Keluar dengan senjata masing-masing! Hitungan 5 dari sekarang!” bunyi sms yang dikirimkan Bintang ke semua teman-teman kosnya.
Serentak_____ Yuni, Arik, Dwipa, Dipta dan Yoga keluar kamar masing-masing dengan mata setengah melek yang dipimpin oleh Bintang dengan berbagai senjata seperti wajan, sapu lidi, sapu ijuk, kemoceng, dan stik drum kesayangan Dipta’pun ikut serta...
Mereka berjalan perlahan, dengan tujuan pertama dapur....tapi tak menemukan apapun kecuali piring yang berserakan yang belum dicuci sejak makan malam kemarin.... lalu mereka melangkahkan kaki keruang tamu, lalu ke teras hingga ke parkiran....tapi tidak menemukan siapapun juga...
” Bintang” kamu nipu kita ya?” (hendak dipukul oleh Yuni)
”wait wait... gue beneran denger suara seseorang tadi...”
”tapi gak ada siapa-siapa Bintang!!”
”Iya, yang ada mah tikus...” tambah Arik kesal
” Sebaiknya kita kembali tidur aja” Dwipa menengahi
”iya...iya Bintang salah lagi”
Baru saja mereka membalikkan badan, tiba-tiba......”Gedebukkkkk” suara benda jatuh di dalam kamar no 7...
”Maliiiinnngggggg” buk buk buk.....................................*********
Kemudian....
”maaf”
” biar aku obatin ya” Bintang meminta maaf pada Adit...
” Gak usah, elo udah bikin gue kyak gini, jauh-jauh loe....”
” maaf, aku kira kamu maling”
”iya....kami kira kamu maling...” Dwipa mewakili teman-temannya yang lain.
”iya-iya, gue maafin elo smua, gue Adit” gue bukan maling seperti yang kalian pikir, gue mahasiswa PPL dari Jakarta”
” ooohhhh, aku Dwipa, ini semua anak-anak kos yang tinggal di Rumah Anggrek,”
Yang sipit ini Yuni,
”Hai aku yuni”
Yang cowok -cowok ini Yoga and Dipta
“heii”
Ini Arik dan yang terakhir si biang kerok “Bintang”
”Halo...” maafin aku ya”
”iya” jawab Adit jutek....
Tentang Adit
Adit adalah seorang mahasiswa dari Jakarta yang sedang praktik mengajar di Bali, ia terpaksa mengontrak sebuah kamar di Rumah Anggrek karena ia tidak mendapat asrama yang di sediakan untuk mahasiswa PPL luar pulau.
” mimpi apa gue semalam, baru nyampe udah di gebukin anak sekosan”
”gilaa...”
Ia sangat kesal dengan kejadian itu, apalagi sama Bintang yang bertindak sebagai otak pelaku dan yang paling keras gebukin Adit.
Wajah Adit yang tampan se tampan Kim KiBum Super Junior harus babak belur oleh kemoceng dan sapu ijuk yang dibawa Bintang... so poor
Sementara itu....
Bintang yang menyesal dan malu akhirnya sadar bahwa ia sangat bodoh hingga orang seganteng Adit harus babak belur ditangannya...
”ducchhh apa dia baik-baik aja ya?”
Sambil menempelkan kupingnya ketembok, kali aja terdengar Adit lagi ngapain. Sungguh usaha yang konyol dan sia-sia....
Bintang mengulung selimutnya kembali setelah puas menguping ***
Oaaaaheemmm..... seakan melupakan kejadian subuh tadi, Bintang berusaha bersikap baik dan ramah dengan tetangga barunya.
”Hei...pagii”
” pagii...” Adit tersenyum...
”knapa kamu cengar-cengir begitu?”
” gak...heran aja... sudah Mahasiswa masih bawa Boneka”
” hhehehehehe........”
Bintang lupa kalau ia masih memeluk Bolu...boneka gajah belalai pendek kesayangannya..
”aduhh malu-maluin aja ni si Bolu, kamu diem dikamar aja ya mulai karang, gak usah ikut-ikut mama kluar... paham?
Bintang berbicara pada bolu yang merupakan teman curhatnya sejak kecil.
” mau kemana pagi-pagi mas Adit?”
” mau ngajar, ini hari pertama saya masuk kelas jadi gak boleh telat”
”oocch begono....” sahut Bintang melototin Adit yang sedang memakai jas lengkap dengan dasi dan sepatu pantopelnya..
”Jalan Pramuka itu di mana ya?”
”ooh jalan Pramuka?” emmm..itu....di....” Telat mikir Bintang kambuh”_”
”dari sini mas lurus aja, ketemu lampu merah pertama belok kanan” sahut Yuni yang tiba-tiba datang dengan wajah sumringah..
”iya,, betul...” baru aku mau bilang gitu tadi.. sahut Bintang membela diri..
” terimakasih ya”
”kembali”.....hati-hati ya mas Adit” yuni berlagak sok akrab
Adit seperti membawa virus ke dalam Rumah Anggrek, para penghuni wanita disana yang biasanya bangun kesiangan, sekarang berlomba-lomba bangun pagi untuk melihat Adit, dengan pesona ketampanannya dan kharisma yang sangat kuat, tak akan ditolak dan disia-siakan oleh wanita manapun..
Satu minggu berlalu
Setiap malam Bintang tidur larut karena sibuk menguping Adit dari seberang tembok, alhasil...
”Bintang...!!!!!! pluk.... sebuah pena mendarat di kepala Bintang yang tengah asyik bermimpi saat kuliah Listening”
”are you sleeping?”
”sorry sir,” jawabnya gugup
“ hemm, go out, and wash your face “
“ yes sir….”
Rupa-rupanya virus itu semakin ganas, bahkan ia mampu membuat kekacauan yang lebih dari yang Bintang fikirkan, kini ia terancam mendapatkan nilai “C” karena tertidur saat jam kuliah…. Atau bahkan tidak diluluskan
Bintang pulang dengan kesedihan diwajahnya, ditambah dia melihat Adit yang sedang mengajari Yuni main gitar di teras .
“Sore Bintang? Baru pulang kuliah ya?” Adit menyapa Bintang yang terlihat kusut
“ iya..” jawab Bintang singkat..
“elo mau gabung ?”
“ tidak”
“ ok, elo pasti capek..”
“ iya, ini semua gara-gara kamu”
Adit kebingungan dengan sikap Bintang yang tiba-tiba menyalahkannya. Satu hari...dua hari...satu minggu...sikap Bintang masih sama .
Kembali ke Bintang
Yoga......kamu lagi ngapain ? aku kekamarmu yaa...
Sms Bintang
”lagi nge-game...sini aja, qta duel lagi!”
Balasan dari Yoga..
”OK”
Bintang balas lagi..
Bersama Bolu, Bintang biasa menghabiskan waktu di kamar Yoga buat main game kesukaan mereka, dua sahabat yang aneh ini selalu duel walaupun mereka sudah tau yang menang pasti Yoga, karena Bintang memang gak pinter-pinter amet main game...
Kali ini Bintang berbeda, dia terlihat begitu antusias bermain untuk mengalahkan Yoga, dan akhirnya suatu keajaiban terjadi, untuk pertamakalinya Bintang menang dengan skor tertinggi..
”mimpi apa aku ya?” kamu beneran Bintang kan?”
”iyalah, emang kamu pikir aku ini siapa?”
”ada apa denganmu say?”tanya Yoga dengan panggilan ”Say” pada Bintang dengan gaya khasnya
” aku lagi sedih say, kamu gak tau kan ?”
”ya elaah say, knape lo?”
” lagi jatuh cinta”
”hahahahahaha jatuh cinta ? sama siapa? Sule”
”jangan ngeledek!!!”
” bener ?”
”iya... sama Adit”
”hah?”
”iya Adit....”
”Adit penghuni baru?”
”iya...siapa lagi?”
”terus....?”
”terus aku marah sama dia”
”Ya elaah say....ngapain marah sama dia?katanya cinta”
” aku tidur dikelas gara-gara begadang ngupingin Adit tiap malam,, terus ketahuan ma dosen..”
”lalu”
” aku diancam dapet ”C” di mata kuiahnya dia.... ini semua gara-gara Adit”
”tapi km gak marah-marah sama Adit langsung kan?”
”itu dia masalahnya....aku emosi banget, pulang-pulang dia lagi mesra-mesraan sama bidadari kecentilanmu itu”
” hemmm.....jadi gitu...”
Yoga meyakinkan sahabatnya untuk tidak menyalahkan Adit dan tidak berpikiran negatif tentang Adit dan Yuni...
Apa yang kita lihat belum tentu demikian, pikiran kita bisa mempengaruhi dan menutupi fakta yang sebenarnya.
Bintang merasa sangat bersalah telah menyalahkan Adit, ia tak seharusnya marah-marah akan kesalahan yang ia buat sendiri.
Tok...tok... ”Yoga, gue adit, bisa pinjem stik PS loe gak?”
”iya..tunggu....”
Yoga membuka pintu, dan Adit langsung nyelonong masuk...
”Bintang? elo ngapain disini?”
”eng....”
”maaf gue ganggu kalian ya? Gue Cuma mau minjem stik PS..”
Adit segera mengambil stik PS yang diberikan Yoga, kemudian keluar dengan perasaan curiga dan malu bersarang dihatinya..
****
Keesokan harinya.......
Seperti biasa Bintang bangun pagi-pagi untuk menunggu sang Pangeran keluar kamar,
”Dit....kamu kenapa?”
Tanya Bintang saat melihat sang pangeran keluar dengan wajah pucat dan belum bersiap ke sekolah.
”gue gak enak badan, jadi gue izin dulu....”
” o ya? Badan kamu panas....sudah minum obat?”
” belum, istirahat aja sudah cukup koq, besok juga sembuh”
”gak bisa begitu, kamu tidur dulu...biar aku yang beli obat. Tunggu sebentar ya..?”
Bintang sangat cemas dengan keadaan Adit, dia bergegas ke apotek dan membeli obat penurun panas.
Bintang sangat setia merawat adit dan menemaninya hingga sembuh, ia sangat menyayangi Adit .....
” kamu makan dulu, habis itu baru minum obat ini ya?”
”makasi Bintang, gue seneng elo perhatian sama gue”
Wajah Bintang memerah...
”Bintang,, gue boleh tanya sesuatu ke elo?”
”mau tanya apa? Tanya aja”
” kalian pacaran?”
”siapa?”
”maksud gue elo sama Yoga pacaran?”
” hahaha....gak lah, kami bersahabat baik, aku sering duel game sama dia”.
”tapi waktu itu elo dan Yoga.....di kmar...
”iya, waktu itu kami sedang tanding, dan kebetulan aku lagi ada masalah jadi bisa ngilangin stress”
” syukurlah....”
”kenapa?”
” gue suka sama elo”
” aku?”
”iya.... elo Bintang..”
”walopun elo galak dan pernah gebukin gue pake sapu, tapi itu yang bikin gue interest sama elo, apalagi setelah gue tahu kalo elo itu sebenernya baik”
” a....aku”
Bintang tak bisa berkata apa-apa setelah Adit menciumnya..... dan merekapun resmi jadian.
Mereka sering berangkat bersama di pagi hari, Adit mengantar Bintang kekampus dan iapun terkadang menunggu kekasihnya untuk pulang bersama...
Bintang sering diajarin Adit bagaimana menjadi seorang guru dan cara-cara mengajar yang baik....terkadang mereka pergi kesekolah tempat Adit praktek dan makan siang berdua.
Demikian hari-hari mereka diisi dengan kebahagiaan... Bintang sangat mencintai Adit, tapi ia tak menyadari kalau suatu saat mereka akan terpisah karena Adit hanya sementara berada di kota ini dan ia harus kembali ke Jakarta untuk menyelesaikan studynya dan bertemu sanak keluarganya disana... Adit yang tak ingin melihat Bintang bersedih, pergi tanpa pamit setelah menyelesaikan program prakteknya. Ia mengemas barang-barangnya dan segera pergi ke airport ketika Bintang tengah tertidur lelap. Ia hanya menitipkan sebuah surat pada Yuni....
Kembali ke Awal September,
gadis yang sedang menangis itu selesai menceritakan kisah pedihnya, ia masih belum menemukan kekasihnya yang pergi setahun yang lalu tanpa pesan...
”ini, pake saputangan gue”
Pria itu memberikan sebuah saputangan kepadanya, gadis itu memperhatikan bahwa saputangan itu adalah saputangan yang pernah dia berikan pada kekasihnya....
Ia akhirnya berani menatap wajah pria itu, asing......
” elo Bintang ya?”
”iya...darimana kamu mendapatkan saputangan ini?”
”gue Ryan, gue adiknya Adit...”
“setahun yang lalu tepat di bulan ini kakak gue kembali keJakarta, tapi kemudian ia kecelakaan mobil dan koma selama 8 bulan…”
“ terus sekarang dimana Adit?”
“dia sudah bersama Allah...” sebelum meninggal ia menitipkan sebuah sapu tangan dan foto elo” lalu berpesan agar gue mencari elo di sini, dia meyesal ninggalin elo saat itu, karena kakak gue gak mau bikin elo sedih”
”tapi....tapi.....” Bintang terisak dan tak dapat melanjutkan kata-katanya....
”Bin....elo sudah baca surat kakak gue? Dia bilang di titipin ke Yuni ”
Bintang yang di temani Ryan kembali ke Rumah anggrek,
Ia segera menanyakan surat itu pada Yuni... dan untungnya Yuni masih menyimpannya...
My Dear
” Bintang sayang.... maafin Adit
Adit gak mau bikin kamu sedih, adit sayang Bintang...selalu
Andaikata kita tak terpisah seperti sekarang, adit mau menjadikan Bintang mualaf dan menikahi Bintang dengan restu Allah...
Tunggu adit, sampai adit menjemput Bintang di sana,,, jangan cengeng
Adit pasti kembali...
With love
Adit
TAMAT
0 Akhir sebuah Persahabatan
Label:
story
Hai semuanya kenalin nama saya Edy,saya ingin berbagi cerita pengalaman pribadi saya sama teman-teman karena ini jadi beban buat saya.
Jadi begini,2 tahun yang lalu saya kenal dengan seorang gadis di cellular kakak saya,sebut saja namanya Nina,hampir setiap hari dia ke tempat saya,kami sering mengobrol dan curhat tentang masalah-masalah yang dia hadapi.
Seiring berjalannya waktu kami semakin dekat dan akrab sampai suatu ketika dia ungkapin perasaannya pada saya,saya bingung karena saya cuma anggap dia sebatas teman. Saya minta maaf sama dia karena saya tidak bisa anggap dia lebih dari teman.
Dia pun mengerti akan hal itu,sampai suatu ketika hpnya rusak dan nyuruh kakak saya benerin. Kakak saya berusaha benerin hp itu tapi butuh waktu cukup lama,nah dia tidak punya hp lagi dan akhirnya di pinjam hp temannya si Devi.
Suatu saat ada nomor yang tidak saya kenal telp saya dan saat saya angkat ternyata itu si Devi yang menanyakan hp si Nina.
Saya bilang hpnya masih diproses dan belum selesai,sambil ngobrol,kita juga kenalan lewat telp. Keesokan harinya si Nina datang ketempat saya memakai hp si Devi,saya pinjam hp itu dan saya lihat ada foto seorang gadis cantik,imut,lucu memakai jaket merah dalam hp itu,di benak saya bertanya “siapa gadis ini ya??” lalu saya Tanya sama si Nina “siapa cewek ini??”, oohh… itu Devi yang punya hp ini,dia teman sekelas ku yang paling baek sama aku” jawab si Nina. “ooh…cantik juga ya baek lagi,beruntung banget kamu punya teman kayak dia….” Kataku sama si Nina. “iya makasi..”jawab si Nina.
Malam itu saya langsung telp si Devi untuk kenal lebih jauh karena penasaran sama dia. Si Devi pun tidak keberatan kalau saya telp dia terus bahkan kadang-kadang dia yang telp saya.
Semakin lama kami pun semakin akrab yang akhirnya menjadi teman. Seminggu kemudian hp si Nina selesai dan langsung diambilnya,dia kelihatan senang sekali karena bias pakai hp kesayangannya itu lagi. Dia setiap hari sms saya dan sangat perhatian pada saya. Tapi saya tetap tidak punya pikiran dan perasaan apa-apa sama dia karena bagi saya dia hanya seorang teman yang baik.
Suatu hari si Devi minta ketemuan sama saya,dia datang ketempat saya sama sahabatnya si Ria. Saya kenalan dengan si Ria dan terpana melihat si Devi,dalam hati saya berkata “apa aku lagi mimpi ya ketemu bidadari di siang bolong begini..”. Saya mempersilakan mereka duduk dan kami pun ngobrol-ngobrol. Waktu itu hari sudah semakin sore mereka pun pamitan mau pulang,saya antar mereka sampai di depan dan berkata pada si Devi “ ntar malam aku telp kamu ya…” lalu si Devi menjawab “iya kamu telp aja nanti kita ngobrol-ngobrol lagi..”. Saya merasa senang sekali bisa kenal dengan dia.
Hampir setiap malam kami telp-telp’an sampai larut malam. Keesokan harinya dia sms saya katanya mau main ketempat saya dan saya pun bilang kalau saya akan tunggu dia datang. Pada saat dia datang ada sesuatu yang beda saat saya lihat dia,kali ini dia datang sendiri dengan senyum yang manis yang buat saya ingin melihatnya terus.
Saya persilakan dia masuk dan kami ngobrol di dalam sampai hari gelap dia pamitan pulang,maunya saya antar karena dia cewek pulang sendirian malam-malam jadi saya takut terjadi sesuatu dijalan tapi dia tidak mau dan akhirnya pulang sendiri.
Suatu hari si Nina tiba-tiba sms saya,katanya ngapain saya terus hub si Devi dan ketemu dia (kayak orang cemburu gituch..),saya bilang kan tidak ada salahnya saya berteman dengan siapa saja dan apa haknya ngelarang saya..
Dia marah dan dan tidak suka lihat saya dekat dengan si Devi,dia juga berusaha menjauhkan si Devi dari saya namun itu tidak berhasil. Suatu hari si Devi bilang mau datang ketempat saya,tapi sebelumnya dia bertanya apa saya sudah makan,dan saya bilang belum. Sesampainya si Devi di tempat saya seperti biasa kita mengobrol tapi kali ini dia bawa tas yang berisi makanan,”loh kamu dapat makanan dari mana Dev??” kataku. “aku beli tadi pas mau jalan kesini sekalian aku beliin susu kesukaanmu loh..” jawab si Devi karena dia tau saya suka dengan susu itu,”duch kamu tuch nggak perlu repot-repot begini akun kan jadi nggak enak sama kamu..”kataku, “nggak apa-apa kok aku senang bisa bawa sesuatu buat kamu” lanjut si Devi,”makasi banyak ya kamu udah baik banget sama aku..” kataku dan si Devi menjawab “iya sama-sama Edy..”.
Setelah kejadian itu saya merasa ada yang aneh dalam diri saya yang selalu ingin berada di dekatnya,dalam hati saya berkata “ oh.. tuhan apakah ini yang namanya cinta??? Apakah saya sedang jatuh cinta???”. Keesokan harinya saya telp si Devi dan ngobrol,awalnya saya takut bilang tapi saya piker kalau saya tidak bilang dia tidak akan tau. Dan akhirnya saya beranikan diri untuk ungkapin semua isi hati saya pada si Devi,entah gimana pun nanti jadinya yang penting dia harus tau semua itu. Tapi si Devi menolak semua itu dan berkata “ Edy…maafin aku ya tidak bisa terima kamu sebagai pacar aku,bukan karena aku tidak suka atau tidak sayang sama kamu tapi aku tidak mau kehilangan kamu karena aku ingin jadi sahabatmu yang selalu ada buat kamu,coba kamu pikir kalau kita pacaran suatu saat kita akan hadapi banyak masalah dan akhirnya kita putus lalu kita jadi musuh dan tidak akan kenal satu sama lain,tapi kalau kita jadi sahabat sampai kapan pun kita akan bisa selalu bersama dan hadapi masalah baik suka atau pun duka bersama jadi kita tidak akan kehilangan satu sama lain,kamu ngertikan maksud aku..???” dan dengan nada pelan saya menjawab “iya aku mengerti kok Dev…maafin aku juga ya udah lancang bilang kayak gini sama kamu..” “iya tidak apa-apa kok aku ngerti perasaan itu bisa datang kapan saja dan dimana tidak mengenal waktu dan siapa orngnya,jadi mulai sekarang kita sahabatan yach dan jangan ulangi lagi kata-kata itu atau aku akan pergi darimu selamanya..” lanjut si Devi. “iya Dev maafin aku…” kataku penuh penyesalan.
Setelah si Devi tau semua itu dia mulai jaga jarak dengan saya sampai sebulan kemudian dia menghilang entah kemana,no hp nggak aktif jadi sulit buat saya hub dia. Saya Tanya pada si Nina tapi dia bilang jangan hub si Devi lagi karena dia sudah punya pacar. Si Nina pun mulai dekatin saya lagi tapi saya terus menjauh n menghindar darinya sampai akhirnya dia tidak hub saya lagi.
Singkat cerita saya dan si Devi 2 tahun terpisah. Suatu hari saya bekerja di sebuah cellular menjadi Teknisi karena kebetulan saya suka utak-atik hp,hehehehe…
Suatu hari saya disuruh cari tinta printer oleh bos saya dan saya pergi ke pusat computer di denpasar. Setelah keliling saya cari tapi tidak dapat katanya tinta yang saya cari itu termasuk langka. Saya berjalan santai sambil lihat-lihat laptop karena saya pengen beli laptop tapi tiba-tida ada langkah kaki yang mengejar saya dari arah belakang dan bicara disamping telinga saya “ada yang bisa saya Bantu pak…” lalu saya bebalik dan terkejut,ternyata itu si Devi yang udah lama hilang entah kemana. Saya dengan gugup berkata “ ko..oo..kkk…. kamu ada disini Dev,kamu ngapain disini??”, Devi pun menjawab “iya aku lagi praktek lapangan disini,kamu lagi cari apa kok bisa ada disini juga??” “ya nich aku lagi cari tinta buat printer disuruh sama boss aku tapi belum dapat katanya itu langka..” kataku,”ouwh…iya kamu sabar ya nanti pasti ketemu kok…” lanjut si Devi,”iya makasi ya,eh aku buru-buru nich lain kali kita sambung lagi ya…” kataku sambil menatap dia,”iya kamu hati-hati ya..”jawab si Devi.
Malam itu saya coba hub dia lagi tapi no nya tidak aktif,beberapa hari kemudian saya datang kesana lagi untuk ketemu dia dan sekalian beli CD-R,kami sempat ngobrol sama teman-temannya juga,waktu saya Tanya no hpnya yang baru dia tidak mau kasi tahu karena takut pacarnya marah,saya jadi minder dengar hal itu dan saya pamitan buru-buru pulang. Sampai dirumah saya berpikir kenapa saya harus kaya gitu kan kami adalah sahabat. Beberapa hari kemudian saya cari ketempat itu lagi tapi dia sudah selesai praktek dan bahkan beberapa kali saya coba cari ke sekolahnya tapi tidak ketemu juga.
Akhirnya saya berpikir dimana pun dia berada dia adalah tetap sahabat saya yang terbaek…
Setahun kemudian saya putus dengan pacar saya,saya sering chat di internet untuk menghibur diri karena sahabat saya entah berada dimana. Tapi entah kenapa saya ketemu profil si Devi dalam chat itu. Karena saya lihat dia ada masalah saya beranikan diri hub dia lagi eh ternyata no nya aktif lagi.
Awalnya Cuma sms biasa tapi jarang dia balas entah kanapa,tapi lama-lama kita telp-telp’an lagi. Karena dia tau saya bekerja di cellular dia minta bantuan saya untuk jual hpnya katannya untuk bayar sekolah yang harus dilunasi beberapa hari lagi, dengan senang hati saya Bantu jual hpnya dan kebetulan ada teman saya yang cari hp juga jadi kita ketemu sama teman saya itu,pada waktu yang sama ada salah seorang teman saya juga datang ke tempat saya dan melihat si Devi. sebut saja teman saya itu si Agus,nah si Agus diam saja lihat saya ngobrol dengan si Devi. setelah semua urusan selesai si Devi pun pamit pulang dan saya bilang hati-hati dijalan karena saya tidak ingin sesuatu terjadi pada sahabat saya itu.
Setelah si Devi pulang lalu si Agus bertanya pada saya “Edy..siapa cewek itu cantik banget kenalin aku donk mumpung aku lagi frustasi nich baru putus sama pacar ku…”,saya pun menjawab “ooh..dia sahabatku yang dulu pernah hilang tapi sekarang sudah ketemu lagi,dia memang cantik,baik lagi sampai aku sendiri suka sama dia dan aku pernah tembak dia tapi ditolak karena dia Cuma ingin sahabatan sama aku dan sampai sekarang masih tetep sahabat kok” “dia sudah punya pacar?? Berapa no telpnya??” lanjut si Agus. “eits..rahasia donks…aku gak mau nyebarin no sahabatku sendiri,emang sich dia baru putus sama pacarnya tapi biarin dia tenang dulu” kataku.
Akhirnya si Agus pun pulang dan malam itu aku smsan sama si Devi tapi si Agus pun sms saya minta no si Devi,saya bilang kalau saya tidak berani ngasi tapi si Agus malah ngancam akan bunuh diri kalau tidak saya kasi,saya tetap tidak kasi si Agus karena saya tidak mau si Devi marah sama saya. Keesokan harinya si Agus datang ketempat saya bertanya tentang si Devi,dimana saya kenal dan bagaimana kisahnya terus saya ceritakan dari awal (sesuai cerita yang saya tulis ini dari awal). Nah saya juga berpikir kenapa nggak saya jodohin saja mereka siapa tau cocok itung-itung biar sahabat saya tidak sakit hati terus karena mantannya itu. Saya pun menyuruh si Agus untuk add si Devi di internet karena si Agus juga suka chat,tapi sebelumnya saya ajukan syarat-syarat untuk si Agus jika dia memang ingin kenal dan dekat dengan sahabat saya si Devi,dia pun setuju dan berjanji untuk tidak buat saya dan si Devi kecewa dan saya percaya dengan si Agus karena saya tau dia orangnya baik sekali bahkan hub saya dengan dia seperti saudara (kakak-adik) bahkan no telp si Devi dia catat dari hp saya dan saya tidak marah lagi karena saya ingin sahabat saya bisa bahagia dengan orang yang saya kenal dari pada orang yang tidak saya kenal dan tidak tau sifat dan kelakuannya gimana.
Entah apa yang terjadi pada suatu ketika sahabat saya marah kepada saya dia bilang kalau saya akuin dia sebagai pacar saya di depan teman-teman saya dan juga bilang kalau dia yang mengejar-ngejar saya….saya jadi bingung karena saya tidak pernah bilang seperti itu pada siapapun,saya sedih banget waktu denger hal itu dari sahabat saya,entah siapa ya sudah fitnah saya di depan sahabat saya. Semaleman saya tidak tidur dan diem di tepi pantai untuk merenungin hal ini,sampai sekarang masih jadi beban buat saya karena sahabat saya sudah terlanjur benci sama saya dan mutusin hub persahabatan kami.
Saya berpikir Cuma si Agus yang tau kisah saya dengan sahabat saya tapi apa mungkin dia yang sudah fitnah saya,tapi itu tidak mungkin karena dia orangnya baek sekali sama saya,tapi mungkin juga karena dia pengen dapetin sahabat saya itu.
Saya juga bingung dan terpuruk dalam masalah ini, kalau memang si Agus orangnya,tapi kenapa dia lakuin semua ini sama saya padahal saya tidak ada salah apa-apa sama dia bahkan saya dukung dia kok tapi kenapa dia tega menusuk saya dari belakang…
Nasi sudah menjadi bubur saya pun tidak bisa berbuat apa-apa lagi,saya senang kamu pernah jadi sahabat saya dalam hidup saya,sampai kapan pun kamu akan tetap jadi sahabat saya dan takkan pernah tergantikan oleh siapapun bahkan ruang dan waktu.
Saya minta maaf yang sebesar-besarnya karena sudah buat kamu kecewa,jalani hidupmu dengan bahagia,jika kamu perlu bantuanku jangan segan-segan untuk hub aku lagi.
“Apapun yang terjadi tetaplah hadapi dengan senyuman” itu kata yang aku banggakan dari kamu sahabatku…..
Maaf aku tidak bisa lama-lama lagi karena waktuku Cuma tinggal beberapa hari lagi.
Jaga dirimu baek-baek disana,aku akan selalu merindukanmu.
…….(^_^)……..
Note :Seorang teman tetap memberi ruang gerak pribadi, privacy sebagai seorang manusia. Dan kita akan berasa deket dengan dia walaupun gak ketemu dan gak komunikasi dalam waktu yang lama. Karena pertemanan itu pada dasarnya dari ikatan hati. Gak bakal ilang walaupun dimensi jarak memisahakan kita. Kita harus mengakui bagaimanapun juga kita gak bisa menghilangkan dia dari hati kita. Dan tanpa teman, kita gak akan seperti sekarang ini.Manusia selalu hidup berkelompok. Tiada manusia yang dapat hidup dalam kesendirian. Apabila ada, maka manusia tersebut benar-benar mahluk yang malang dan hidupnya tentu tidak berwarna.
sumber: http://www.facebook.com/note.php?note_id=215232044776



